Ikatan Guru Indonesia yang seringkali dikenal dengan sebutan IGI merupakan ruang bagi para guru untuk mengembangkan kompetensinya sebagai seorang pendidik, terlebih di zaman yang milenial ini. Awal mula saya mengenalnya yaitu ketika IGI Sumsel (Sumatera Selatan) mengadakan tiga diklat sekaligus dalam rangka perayaan Hari Guru Nasional tahun 2019 lalu. Adapun ketiga diklat tersebut diantaranya Diklat SAGUDELTA (Satu Guru Dua Evaluasi Digital), SAGUMADING (Satu Guru Mahir Coding), dan Bahan Ajar Berbasis TIK. Sejak mengetahui diklat tersebut dari flyer yang tersebar di media sosial, saya sangat tertarik dan penasaran dengan Diklat SAGUDELTA hingga akhirnya pilihan saya jatuh pada diklat tersebut. Setelah dua hari mengikuti diklat SAGUDELTA dengan sungguh-sungguh, terjawablah rasa penasaran dan membenarkan dugaan saya di awal karena memang diklat ini sangatlah menarik.
Sesuai dengan namanya, diklat Satu Guru Dua Evaluasi Digital yang disingkat dengan SAGUDELTA membuat para guru memiliki dua alat evaluasi, yaitu evaluasi manual atau secara tertulis dan evaluasi menggunakan digital. Diklat ini sangat membantu para guru dalam mengevaluasi hasil belajar peserta didiknya, karena melalui diklat tersebut para pesertanya diajarkan cara penggunaan aplikasi i-Spring yang mampu membuat berbagai tipe soal yang menarik dalam bentuk digital dan yang lebih menariknya lagi soal yang telah dikerjakan peserta didik, sudah terkoreksi secara otomatis (nilai keluar secara otomatis apabila peserta didik telah menyelesaikan pengerjaan soal). Hal seperti ini sungguh mengurangi beban pekerjaan guru karena tidak lagi bersusah payah mengoreksi hasil belajar yang telah dikerjakan peserta didik. Sungguh menarik bukan? Guru mana yang tak senang hatinya jika pekerjaannya sedikit berkurang. Terlebih lagi alat evaluasi ini bisa dilakukan secara online maupun offline, penerapannya pun bisa menggunakan laptop dan smartphone. Sejak saat itulah saya sangat jatuh hati pada IGI dan ingin rasanya mengikuti setiap kegiatan pelatihan yang diselenggarakannya, terutama yang diadakan oleh IGI Sumatera Selatan karena sesuai dengan tempat tinggal dan instansi saya mengajar. Selain itu, karena saya juga sudah terdaftar dan bergabung menjadi anggota IGI Sumsel sehingga biaya diklat yang saya ikuti pun akan lebih murah bahkan ada yang GRATIS.
Berikut beberapa foto kegiatan ketika mengikuti diklat SAGUDELTA bersama IGI.
Satu tahun belalu setelah berlangsungnya diklat SAGUDELTA, akhirnya keinginan saya untuk mengikuti diklat IGI Sumsel kembali terpenuhi. Akibat adanya pandemi Covid-19 yang mewajibkan seluruh guru untuk tetap dapat mengajar dari rumah, IGI menghadirkan banyak diklat yang dapat membantu guru mengajar secara daring sesuai dengan tuntutan pemerintah. Semua diklatnya berlangsung secara daring melalui aplikasi Telegram. Bersama rasa semangat dan senang hati, saya mengikuti tiga diklat yang diadakan IGI Sumsel diantaranya Diklat Pengembangan Ujian Online Berbasis Android menggunakan Aplikasi Examora, Pemanfaatan Google Classroom, dan Pemanfaatan Quizizz. Diklat ini berlangsung selama 3 minggu berturut-turut membuat saya seperti dikejar deadline setiap hari, akan tetapi saya menjalankannya dengan senang dan sepenuh hati mengingat manfaatnya yang sangat luar biasa.
Hasil dari ketiga diklat tersebut sudah saya terapkan ke semua peserta didik selama belajar daring sampai sekarang, karena hal tersebut sangat memudahkan saya untuk tetap mengajar meski tak bertatap muka dengan peserta didik. Selain itu peserta didik juga merasa senang dan tertarik dengan model pembelajaran daring yang memanfaatkan Classroom dan Quizizz sebagai medianya, karena hal tersebut mengobati kejenuhan dan kelelahan mereka menulis tugas yang begitu banyak dengan tulisan tangan. Peserta didik saja merasa senang dengan penerapan Classroom dan Quizizz, apalagi gurunya? Meskipun penerapan belajar secara daring ini tidak maksimal karena tidak semua peserta didik saya mempunyai smartphone dan terkendala dengan sinyal mengingat mereka berdomisili di desa. Namun hal tersebut tidak sedikitpun mengurangi semangat saya untuk memanfaatkan hasil diklat daring bersama IGI Sumsel tersebut. Beberapa hal yang perlu diketahui, meskipun diklat dilaksanakan secara daring, namun IGI Sumsel tidak mengurangi sedikitpun standar pelaksanaan diklat. Peserta diwajibkan untuk melengkapi administrasi seperti surat pernyataan dan surat tugas. Selain itu, daftar hadir dan waktu pengumpulan tugas pun dilaksanakan secara ketat sesuai peraturan yang telah ditentukan.
Tiga minggu berlalu setelah saya dinyatakan LULUS dari tiga diklat IGI Sumsel yang saya ikuti, keinginan saya untuk tetap belajar masih terus berlanjut. Mengingat jenuhnya masa dirumah saja selama pandemi, akan lebih baik jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat apalagi menambah pengetahuan dan kompetensi seorang guru. Kala itu saya membaca kiriman dari seseorang di Grup IGI Sumsel, bahwa akan dilaksanakan Diklat SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) yang bisa diikuti oleh seluruh anggota IGI di Indonesia dan didaftarkan melalui akun SIM Guru Pembelajar IGI. Tanpa ragu-ragu saya langsung meng-klik link SIM GP IGI. Saat itu saya dikagetkan dengan banyaknya diklat yang dilakukan oleh IGI secara daring dan GRATIS. Lagi-lagi tanpa ragu saya memilih diklat-diklat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Adapun diklat yang saya pilih yaitu SAGUSABLOG Satu Guru Satu Blog) dan SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi). Sekarang, diklat SAGUSABLOG sedang berlangsung. Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas diklat SAGUSABLOG yang sedang saya ikuti, namun meskipun terkesan masih amatir dan perlu banyak perbaikan mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu pembaca dan seluruh guru di Indonesia dalam meningkatkan kompetensinya dan meringankan pekerjaannya dalam mengajar dan mengevaluasi hasil belajar peserta didik.
Bagi teman-teman anggota IGI yang ingin mengikuti workshop online melalui SIM GP IGI seperti saya, untuk mengetahui caranya bisa dengan menyimak video berikut ini.
Namun apabila teman-teman guru belum bergabung menjadi anggota IGI dan
ingin bergabung, bisa menyimak video berikut mengenai cara mendaftar
menjadi anggota IGI.










0 komentar:
Posting Komentar